Cerpen Seru: Aku Percaya Cinta Bisa Menyembuhkan, Tapi Ternyata Hanya Memperpanjang Luka

Aku Percaya Cinta Bisa Menyembuhkan, Tapi Ternyata Hanya Memperpanjang Luka

Kabut lavender menyelimuti Kota Yangling, seolah lukisan tinta yang baru selesai digores. Di tengah hiruk pikuk pasar, mataku terpaku pada seruling bambu di tangan seorang pengamen tua. Nada yang dimainkannya... familiar, menyayat hati. Seperti melodi kehidupan yang terlupakan.

Aku, Bai Lianhua, seorang dokter muda yang menjunjung tinggi sumpah Hippocrates, selalu percaya cinta adalah penawar segala duka. Namun, sejak mimpi-mimpi aneh menghantuiku – kilasan pedang berlumuran darah, wajah tampan yang mengkhianati, dan sumpah setia di bawah pohon sakura yang kini layu – aku mulai meragukan keyakinanku sendiri.

Pria itu, Jiang Chen, CEO perusahaan teknologi raksasa, datang ke klinikku dengan alasan insomnia. Matanya yang dingin, awalnya membuatku merinding. Tapi, ada sesuatu yang lain di sana... sebuah kerinduan. Aku berusaha profesional, memberikan ramuan herbal penenang. Namun, setiap pertemuan, setiap tatapan, mimpi-mimpi itu semakin jelas.

Aku mulai menyadari: Jiang Chen adalah Jenderal Li Wei, kekasihku di kehidupan sebelumnya. Dan aku... Putri Lianhua, yang dikhianati demi tahta. Dia menikahi selir kesayangan kaisar, memfitnahku atas pengkhianatan, dan menyaksikan eksekusiku di depan rakyat jelata! Dendam membara di dadaku, tersembunyi di balik senyum profesional.

Suatu malam, di bawah rembulan pucat, Jiang Chen mengaku mencintaiku. Ia merasakan dejavu yang kuat setiap berada di dekatku. Pengakuannya tulus, menyentuh. Aku tersenyum lembut. Dia tidak tahu, bahwa aku sudah tahu segalanya.

"Jiang Chen," bisikku, "Aku juga merasakan hal yang sama."

Aku menerima cintanya, bukan untuk membalas dendam dengan kekerasan. Balas dendamku lebih halus, lebih menyakitkan.

Perusahaannya, ChenTech, sedang mengembangkan teknologi AI canggih. Aku, sebagai dokter pribadinya, memiliki akses ke data medis pribadinya. Data yang sangat sensitif.

Dalam sebuah pertemuan dewan direksi, aku mempresentasikan sebuah laporan fiktif, yang menyatakan Jiang Chen mengalami gangguan mental yang bisa membahayakan perusahaan. Laporan yang dibuat dengan keahlianku, sempurna, tak terbantahkan.

Jiang Chen dicopot dari jabatannya. Reputasinya hancur. Ia kehilangan segalanya. Aku menyaksikan kehancurannya dari jauh, tanpa penyesalan. Ia telah melakukan hal yang sama padaku, berabad-abad lalu.

Saat ia menatapku, dengan tatapan bingung dan terluka, aku hanya tersenyum tipis.

Cinta memang bisa menyembuhkan, tapi terkadang, cinta hanya menjadi topeng bagi dendam yang terpendam. Aku telah memilih takdirku. Aku telah membayar hutang lama.

Namun, ada sesuatu yang belum selesai. Saat aku meninggalkan Kota Yangling, menatap kabut lavender yang semakin tebal, aku berbisik: "Kita akan bertemu lagi, Jenderal Li Wei… dan kali ini, aku yang akan memegang kendali."

You Might Also Like: Reseller Kosmetik Reseller Dropship

Post a Comment