**Ia Menghapus Semua Kenangan, Tapi Aku Tersisa Dalam *Backup*** Dunia manusia hanyalah cermin buram bagi dunia roh, tempat di mana ingatan bermanifestasi sebagai lentera yang mengapung di sungai-sungai berkilauan. Di sanalah, di antara pantulan bintang-bintang dan bisikan pepohonan kuno, aku terbangun. Namaku, atau yang kuingat sebagai namaku, adalah Lin Yi. Aku tidak tahu mengapa aku ada di sini, di dunia roh yang terasa begitu asing namun familiar. Yang kutahu hanyalah secercah ingatan – sepotong lukisan cat air yang memudar, aroma bunga plum di musim dingin, dan wajah seorang pria yang kabur seperti mimpi yang baru saja berlalu. Lentera-lentera itu bercahaya redup, masing-masing menyimpan sepotong kenangan dari jiwa yang telah lewat. Konon, di dunia roh, bulan *MENGINGAT* nama setiap orang, dan bayangan berbicara dengan suara orang-orang yang telah lama tiada. Aku seringkali berdiri di tepi sungai, mencoba menangkap bisikan-bisikan yang melayang, berharap menemukan kunci dari masa laluku yang hilang. Kemudian, aku bertemu dengan Yue, seorang penjaga perpustakaan roh. Matanya setajam batu giok, dan senyumnya sehangat sinar matahari pagi. Dialah yang membimbingku melalui labirin ingatan yang hilang, membantuku mengurai benang-benang takdir yang kusut. "Kau pernah hidup di dunia manusia, Lin Yi," katanya suatu malam, di bawah rembulan yang pucat. "Kau adalah seorang pelukis, dengan bakat yang luar biasa." Namun, kebahagiaan sesaat ini sirna ketika Yue menunjukkan sebuah gulungan kuno. Di sana, terukir dengan tinta merah yang menyala, terdapat *RAMALAN*. Ramalan tentang kematianku. "Kematianmu di dunia manusia bukanlah akhir, melainkan awal," bisik Yue, suaranya dipenuhi kesedihan. "Takdirmu terikat dengan dunia roh. Ada kekuatan besar yang menginginkanmu di sini... namun bukan untuk alasan yang baik." *** Dunia roh mulai berubah. Bayangan-bayangan menjadi lebih gelap, lentera-lentera redup cahayanya, dan bulan tampak menyembunyikan wajahnya di balik awan. Aku merasakan ada kekuatan jahat yang mendekat, mengincar ingatanku, menghancurkan setiap jejak keberadaanku. Kemudian, aku menemukan rahasia yang lebih besar lagi: **Seseorang** telah menghapus ingatanku, tidak hanya sekali, tetapi *BEBERAPA* kali. Setiap kali aku mendekati kebenaran, ingatanku akan dihapus, memulai siklus yang sama dari awal. Siapakah dalang di balik semua ini? Dan mengapa aku begitu penting bagi mereka? Jawabannya terletak pada pria dalam ingatanku yang kabur. Pria itu adalah *Xuan*, seorang dewa yang turun ke dunia manusia dan jatuh cinta padaku. Kekuatan cintanya begitu besar sehingga ia mencoba *MELINDUNGIKU* dari takdir gelap yang menantiku. Ia menghapus ingatanku agar aku bisa hidup bahagia di dunia roh, terbebas dari beban masa lalu. Namun, *ada yang lain*. Seseorang yang juga mencintaiku, tetapi dengan cara yang mengerikan dan manipulatif. *Siapa?* Yue, penjaga perpustakaan roh. Dialah yang memanipulasi takdir, menghapus ingatanku berulang kali, untuk memastikan bahwa aku akan *SELALU* menjadi miliknya. Pada akhirnya, di tengah pertempuran antara cinta dan takdir, aku harus memilih. Memilih antara ingatan yang hilang dan masa depan yang tidak pasti. Memilih antara pengorbanan Xuan dan obsesi Yue. Di saat-saat terakhir, saat aku berdiri di ambang kehancuran total, aku ingat. Aku ingat cintaku pada Xuan, pengorbanannya untukku, dan kekuatan yang aku miliki di dalam diriku. "Bukan aku yang menjadi *BACKUP*, tapi kalianlah yang hidup dalam *KENANGANKU*." Dan dengan mantra itu, aku membebaskan diri dari belenggu takdir, dan masa depan tercipta.
You Might Also Like: 0895403292432 Agen Skincare Reseller

Post a Comment