Baiklah, ini dia kisah pendek bergaya dracin yang kamu inginkan: **Kau Menikah dengan Dia, Tapi Hatimu Tak Pernah Setia** Hujan gerimis membasahi kaca jendela penthouseku, sama halnya dengan air mata yang diam-diam mengalir di pipiku. Di bawah sana, lampu-lampu kota berkerlap-kerlip, menyembunyikan kegelapan yang sebenarnya bersemayam di hatiku. Kau menikah dengannya, Lian. Dengan senyum palsu yang kau ukir begitu sempurna, dengan janji abadi yang kau ucapkan di altar, dan dengan cincin berlian yang berkilauan di jarimu. Namun, matamu, oh matamu Lian... *MATAMU* tidak bisa berbohong padaku. Aku melihat penyesalan yang tersembunyi di balik sorot bahagia itu. Dulu, senyummu adalah matahariku. Pelukanmu adalah rumahku. Kata-katamu adalah melodi indah yang menenangkan jiwaku. Sekarang? Senyum itu adalah _tipu daya_, pelukan itu adalah _racun_, dan kata-kata itu adalah _belati_ yang menghujam jantungku perlahan. Aku masih ingat malam itu, malam di mana kau berjanji akan menungguku. Malam di mana bibirmu mengecup bibirku dengan *SEGENAP* cinta, sementara tanganmu menggenggam erat tanganku. Tapi, seperti musim semi yang berganti musim gugur, cintamu pun layu. Aku, Aileen, pewaris tunggal keluarga Wang, selalu diajarkan untuk tidak menunjukkan emosi di depan publik. Jadi, aku menelan semua rasa sakit ini dengan anggun. Aku menyembunyikan luka ini di balik senyum profesional dan gaun-gaun rancangan desainer ternama. Aku tetaplah Aileen yang elegan dan berkelas, meskipun di dalam hatiku, *BADAI* dahsyat sedang mengamuk. Kau mungkin bertanya, mengapa aku tidak menghancurkan pernikahanmu? Mengapa aku tidak membongkar kebohonganmu di depan semua orang? Karena, sayangku, balas dendam terbaik adalah ketika kau melihat musuhmu hancur perlahan-lahan, dari dalam. Aku akan membuatmu menyesal, Lian. Bukan dengan darah atau air mata. Bukan dengan teriakan atau amarah. Tapi dengan penyesalan yang akan menghantuimu seumur hidupmu. Aku akan membuatmu menyadari bahwa kau telah kehilangan berlian demi sebongkah batu kerikil. Aku akan memastikan bahwa kebahagiaanmu bersamanya akan selalu terasa hambar, selalu terasa *KURANG*. Aku mendekati jendela, membiarkan hujan membasahi wajahku. Aku bisa melihatmu, Lian, berdansa dengan istrimu di pesta pernikahan. Aku bisa melihat senyum palsumu. Aku bisa merasakan hatimu yang kosong. Dan aku tahu, *RENCAN*ku akan segera dimulai. Bertahun-tahun kemudian, kudengar kau tidak bahagia. Kudengar pernikahanmu hancur berantakan. Kudengar kau menyesali semua keputusanmu. Aku tersenyum tipis. Kemenangan ini terasa manis dan pahit sekaligus. Manis, karena aku telah membalaskan sakit hatiku. Pahit, karena aku sadar, aku telah kehilangan diriku sendiri dalam prosesnya. Aku meninggalkan kota ini, membawa serta semua kenangan tentangmu. Aku ingin memulai hidup baru, tanpa bayang-bayang masa lalu. Namun, sebelum aku pergi, aku meninggalkan sebuah surat untukmu. Sebuah surat yang hanya berisi satu kalimat: *Cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama.*
You Might Also Like: 197 About Leader Mastery Premier

Post a Comment